Senin, 24 Agustus 2015

089625219221 Tips Agar Rezeki Lancar

089625219221 Workshop Jago Jualan di Instagram Modal Dengkul

089625219221 Kampus Bisnis Bermutu Internasional

089625219221 Kampus Pencetak Entrepreneur Muslim tercepat

Pesantren Entrepreneur sebulan jadi pengusaha

Pesantren Entrepreneur sebulan jadi pengusaha

Cara Membuat Brand yang Menang (2)

Jika masih belum bisa juga jadi yang terbaik dari yang sama, maka..

'BE THE DIFFERENT' ,jadilah Pembeda!

carilah pembeda restoran kita dari restoran lainnya, isi restoran boleh sama, tapi tetap rasa tak bisa disamakan. Semua memiliki khas rasa masing-masing. Buatlah agar orang-orang suka khas rasa dari masakan kita. Mungkin yang disajikan sama-sama rendang, tapi yang satu rendangnya banyak kuah dan yang satunya rendang kering.

Selain dari khas rasa kita juga bisa membuat pembeda dari hal lainnya. Misal, dari cara penyajiannya, pramusajinya rapih berjas, piringnya unik, konsep interior yang minimali, konsep ruangan lesehan, konsep sajian yang unik, atau ada badut ancol di dalamnya. Terserah apa sajalah yang penting menjadi pembeda sehingga orang lebih memilih pergi makan ke restoran kita daripada resto sebelah kita.

Pembeda inilah yang kemudian menjadi andalan para pebisnis hebat dunia. Facebook hadir dengan konsepnya yang serba bisa dan simpel. Twitter hadir dengan microbloging nya yang asik meski dengan pembatasan karakter yang malah memacu kreatifitas tulisan. Path hadir dengan konsepnya yang private dan memudahkan stalking. Instagram lalu muncul dengan konsepnya yang lebih menekankan pada foto. Semua sama, sosial media, tapi kenapa mereka lebih diminati dari yang lain? ya karna Pembeda tadi. Masing-masing memiliki ciri khas yang menjadikan orang lebih tertarik bergelut disana.


Nah..kalo lo mau dapet lebih banyak ilmu kayak beginian sebenernya sih gampang, sering aja ikutan seminar.
"Tapi kan bayar kak.."
Halah, mental gratisan kapan bisa majunya... kalo mau yang berkualitas ya bayar. Hotel gratisan sama berbayar mahal kira-kira beda apa beda banget ya?

Tapi kalo mau gratisan berkualitas tinggi bisa aja sih, sering aja ke Kampus Umar Usman, kuliah di sana sekalian, atau update infonya di sosmed mereka di www.sekolahUmarUsman.com














Cara Membuat Brand yang Menang (1)

   Pertama, 'BE THE FIRST'. Jadilah yang pertama! 
Carilah sesuatu yang berbeda dari yang lain. Berpikirlah sekreatif mungkin. Kita coba cari barang yang orang lain jarang menjualnya, jika orang lain menjual air mineral dengan kemasan gelas, kita jual air mineral dengan botol, jika orang lain jual dengan botol plastik maka kita jual dengan botol kaca. Pokoknya carilah yang berbeda, maka orang lain akan lebih mudah untuk mengenalmu. 

Kenapa? 

Karena kita berbeda dari yang lain dan sesuatu yang beda dari yang lain akan lebih mudah diingat. 

Kalau belum bisa, maka...

  "BE THE BEST" ,jadilah yang terbaik!
Kita mungkin masih belum bisa menemukan sesuatu yang bisa jadi pembeda dengan orang lain, yang kita punya sekarang hanya sesuatu yang mainstream, sama dengan milik orang lain. Gak usah sedih. 
Tetap pada yang sekarang, tapi bedanya punya kita lebih kita giatkan dari yang lain. 

'saya lebih takut pada orang yang hanya punya 1 jurus tapi diulang 1000 kali, daripada orang yang memiliki 1000 jurus tapi hanya diulang  1 kali.' -Bruce Lee

Kenapa banyak restoran masakan padang dimana mana tapi jarang kita lihat yang sepi pelanggan? padahal satu kota saja, atau satu jalan saja bisa kita temui belasan bahkan puluhan rumah makan padang, tapi kenapa pada laku? rahasianya karena setiap jualan ada peminatnya, jangan takut! 
Yang harus kita lakukan sekarang adalah bagaimana kita memenangkan 'kompetisi', menjadi diatas adari yang lainnya? ya giat!

 Jika masih belum bisa juga maka.... (to be continue..) 

for more info and ilmu entrepreneur bermanfaat silakan dicek di www.SekolahUmarUsman.com














Berani Jadi Muliarder!! (part 3)

Sesi Bong Chandra sudah lewat, dilanjutkan dengan inti dari acara besar ini, launching buku perdana dari pengusaha yang telah jatuh bangun membangun bisnisnya di dunia batik, Ibnu trusmi dan sang istri, Sally.

Banyak inspirasi yang didapatkan dari talkshow kita ini, dari kisahnya yang dulunya ia sangat bandel, perjuangannya mendapatkan istri se-solehah dan secantik istrinya sekarang yang dulunya banyak yang antri, hingga perjuangannya mempertahankan kehidupan sejak awal menikah sampai bisa sukses seperti yang kita lihat kini.


Dilanjutkan oleh Pak Valentino Dinsi, Kang Dewa Eka Prayoga, dan Mas Jamil Azzaini. Dari semua para motivator super tersebut banyak dapat kita ambil pelajaran juga ilmu-ilmu bermanfaat.

Diantaranya :
- Semua ada polanya, pas belum tau bingung, tapi ketika dia sudah tau malah ngeremehin.
- No Selling. Dying!!
- "Target Market is Very Vital in Your Business"
- 3 jenis traffic seperti; Organic Traffic, Paid Traffic, dan Direct Traffic.



Gak nyesel deh ikutan seminar-seminar beginian, kalo mau tau info seminar-seminar kece begini kalian bisa update infonya di sosial media Sekolah Umar Usman dan juga situsnya di www.SekolahUmarUsman.com



















Minggu, 23 Agustus 2015

Berani Jadi Muliarder!! (part 2)

Setelah ada motivator cilik, ada motivator muda yang sangat menginspirasi saya sejak dulu, berkat karya buku-bukunya juga tweet-nya, dialah Bong Chandra beserta istrinya, Bu Bong. hehe, salah, Bu Christine. Tapi bukan Bu christine Hakim yang punya oleh2 padang loh ya..

Dari pada banyak basa-basi ntar ga enak kalo basi mending kita langsung to the point aja, lebih tepatnya TO THE POINTS!!

Beliau yang masih umur 27 sudah bisa membangun bisnis properti yang bisa dinilai setara dengan saingan lainnya. Ia mempunyai beberapa pesan yang saya tangkap -alhamdulillah-  dengan baik.

3 Hal yang Membosankan yang Melekat Pada Orang-orang Sukses:
- Writing It Self : setiap ada ide bisnis ditulis, membosankan emang dilihatnya apa-apa ditulis, tapi ya gitu ciri-ciri orang sukses, ada ide dikit meski itu kelihatannya ga berhunbungan tetap ditulis, siapa tau suatu saat dibutuhkan dan kita masih ada catatannya. Itulah orang sukses.

- Kurangi kegiatan yang gak penting : Steven Jobs dari sejak beliau rilis Iphone pertama sampai sekarang setiap kali ia presentasi selalu menggunakan setelan pakaian yang sama, kaos oblong hitam, jelana jeans casual, dan sepatu casual. Bukan tak beralasan dia selalu menggunakan setelan yang sama. Pertama, karena dapat menyingkat waktu tanpa buang-buang waktu hanya untuk memikirkan akan pakai apa dia hari ini, dan juga untuk icon dia sendiri.
Pilih yang autopilot, hidup ini memang selalu penuh pilihan, mau beli coklat aja ada banyak pilihannya, mau beli odol aja ada banyak pilihannya. Tapi biasakan kita tak lama memilihnya agar gak habis waktu hanya untuk memilih.

- Berhenti dan Bertanya.


(to be continue..)





www.SekolahUmarUsman.com

Berani Jadi Muliarder!! (part 1)

"Berani Jadi Muliarder" ,banner besar terpampang di depan panggung besar. Para mentor ternama terpajang gambarnya di sana, siap memecahkan Gramedia Kebon jeruk bersama. Kang Dewa Eka Prayoga, Mas Jamil Azzaini, Bong Chandra, Pak Valentino Dinsi, Ibnu Trusmi dan istrinya Sally, juga Wilson beserta sang Mama.

Acara dimulai denga Wilson si entrepreneur cilik. Di usianya yang 13 tahun dia sudah bisa menjadi jutawan, trainer, motivator dan sudah sering menjadi pembicara di berbagai tempat. Keren!!

Dimulai dari kisahnya yang sudah suka berjualan sejak di bangku sekolah dasar. Menyewakan pensil warnanya dengan harga 100 rupiah per jam pelajarannya kepada teman-temannya yang membutuhkan. Tentu, masalah hasil bukan tujuannya, pengalamanlah yang ia cari. Jarang ada anak seusianya yang sudah berpikir sampai sejauh itu.
Lanjut kemudian dengan ia menjual mainan kesukaannya,'Hotwheels'. Mainan berbentuk mobil kecil yang sering menjadi koleksi bukan hanya anak-anak namun juga mereka yang sudah dewasa. Ia mengubah hobinya menjadi sesuatu yang menghasilkan baginya.

Wilson punya konsep bisnis yang sering ia kemukakan. BBS. Berani, Belajar, Support.

Setelah Wilson kemudian dilanjutkan dengan Ibunya, mama Wilson.
Dia lebih menekankan pada bagaimana dia mengurus anaknya menjadi demikian. Dimulai dari kisahnya yang suka mengarahkan Wilson agar memenangkan berbagai lomba dan menjadi juara. Kemudian dia tersadar,"Wilson menjadi juara itu apakah kemauan dia, atau hobi saya?"

Dia pun mulai untuk lebih membebaskan Wilson anaknya untuk berkreasi dan bergerak sesuai kemauan dia, sesuai keinginannya, dan orang tua tinggal membimbingnya. "Wilson, sudah, kita stop mulai sekarang yang seperti dulu, sekarang kita maju dengan passion".

Dia pribadi dan Wilson mempunya passion yang berbeda, sang ibu passoinnya lebih ke thinking sedang Wilson lebih ke Feeling. Dengan taunya perbedaan tersebut mereka jadi lebih mudah menyelarakan dan saling melengkapi satu sama lain.

(to be continue..)






www.sekolahUmarUsman.com










Jumat, 21 Agustus 2015

Kebosanan Ada Karena Kita Tak Punya Tujuan.


 Karena kita menjalankan rutinitas yg sama, lalu akhirnya kita butuh hiburan. Namun sekarang kita terlalu banyak hiburan dan selalu dicekoki oleh ‘hiburan2’ tersebut secara stagnan sampai akhirnya kita mengalami kejenuhan karena rutinitas baru yg bernama ‘hiburan’ tersebut. 
Sehingga, kita ingin menyendiri, menjauh dari kehidupan, dari segala hiburan tersebut. Serba bingung mau ini itu. Mau gini ogah2an, mau gitu ogah2an. 
Kadang dalam hal ini seorang seniman menyebutnya 'artblock'. Padahal pada dasarnya artblock itu ada karna tak ada tujuan. Jika kita sejak awal punya cita-cita, punya tujuan, kita punya arah pasti, maka nihil ada yang namanya 'kebosanan'.


Tertawa karena Bahagia atau Tertawa agar bahagia oleh Alisnaik

-         (bahagia karena tertawa oleh alisnaik)
“knp kamu tertawa?”
“ga ada apa apa.”
“ketawa tanpa sebab? Aneh.”
“itu karena kamu berpikiran seperti masyarakat pada umumnya, segalanya harus ada sebab akibat.”
“ya kalo ketawa tanpa sebab kayak orang gila donk.”
“nah itu! Kita termakan stigma bahwa orang yg ketawa tanpa sebab adalah orang gila, stress. Padahal kamu percaya yg mana, ketawa karena bahagia atau bahagia karena tertawa?”
“…..”

“karenanya ada yoga tertawa, ya sama juga, mereka disuruh tertawa, meski dipaksakan namun berefek baik bagi tubuh mereka , Karena tertawa itu sehat.”
-         Marketing itu sukses klo udah neken harga. Prinsipnya jadi mirip pelajaran ekonomi.

Usaha minim tapi untung melimpah.

Kamis, 06 Agustus 2015

Membangkitkan Bersama Umat Islam Indonesia


            Kampus Umar Usman adalah kampus yang melahirkan bibit unggul seorang pengusaha yang berkarakter, beriman, dan bertaqwa. Karena pada cara pendidikannya bukan hanya berfokus pada bisnis semata.

Kampus Umar Usman didirikan berdasarkan hadist Rasulullah yang menuturkan bahwa 9 dari 10 pintu Rezeki adalah melalui perniagaan (perdagangan). Karnanya kampus Umar Usman didirikan dalam upaya memberikan sumbangisih besar dalam peningkatan jumlah entrepreneur di Indonesia, khususnya entrepreneur muslim.

Entrepreneur muslim masih sangat jarang di Indonesia yang notabene muslim terbesar dan terbanyak di dunia. Sekarang, pengusaha di Indonesia masih didominasi oleh pengusaha nonmusim. Mungkinkah kita mau kalah sama mereka yang bukan muslim? Yang tidak berlandaskan agama langit? Yang tak menyembah Sang Pencipta? Sedangkan kita? Akankah kita terus diam dan terus mengandalkan yang lain lalu pasrah terhadap kemiskinan, lalu pasrah terhadap kekalahan kita dari mereka yang sama sekali tidak belajar agama Islam?

Jika saya jadi anda, saya akan jawab, “TIDAK!”

            Kita harus berjuang bersama membangkitkan umat muslim yang makin terpuruk. Terpuruk dari segi harta, lalu terpuruk dari segi mental. Minder dengan mereka-mereka yang jauh di ataas kita tapi pemahaman agama nihil berbeda dengan kita yang dilahirkan ‘muslim’.


            Jadi Kampus Umar Usman bertujuan juga untuk berdakwah, menyalurkan ajaran agama Islam juga mengajarkan kepengusahaan. Mari kita perjuangkan bersama demi bangkitnya khalayak umat Islam, menjadi seperti yang diinginkan Rasulullah saw. 



Mencetak Generasi Penerus yang Berkualitas


            Sekolah Tinggi setara D1 yang berada di jl. Warung Jati Barat, Pasar Minggu ini, kini telah memasuki generasi ketiganya dalam membentuk entrepreneur bermoral Islam. Meski demikian, kualitas kampus Umar Usman ini sudah terlihat sejak awal generasi pertamanya. 

            Tentu beda kualitas para entrepreneur muda yang dihasilkan oleh Kampus Umar Usman dengan kampus bisnis lainnya. Para lulusan Umar Usman dididik untuk bukan hanya bagaimana agar dapat kaya namun juga dapat masuk surga. Bukan hanya bagaimana cara agar diri kita mendapatkan ekonomi yang cukup namun juga bagaimana kita jika sudah di atas tetap selalu melihat ke bawah.
            Menjadi pribadi yang di langit dan di bumi. Pribadi yang tidak Cuma memenitingkan urusan dunianya namun juga akhiratnya. Menjadi pribadi yang teguh dan tegas seperti Umar. Dan juga lembut dan ramah tamah seperti Usman.

            Allahamdulillah, dengan berdirinya kampus bisnis berdasarkan Islam seperti ini dapat menjadi pemacu munculnya kampus-kampus atau sekolah-sekolah pencetak pebisnis muda yang berkualitas baik dari sisi agama maupun finansial. 

Kampus Penerus Perjuangan Khalifah Umar dan Usman


            Kampus Umar Usman ini adalah kampus entrepreneur yang diberi nama berdasarkan 2 sahabat rasulullah saw. yang merupakan entrepreneur terbaik sepanjang sejarah Islam, Khalifah Umar Bin Khattab dan juga Khalifah Usman Bin affan.
Umar, seorang khalifah yang juga pekerja keras, tegas dan berjiwa singa. Sedangkan Usman, seorang khalifah yang berjiwa lembut, shalih, dan pemalu. Keduanya merupakan sahabat terbaik Rasulullah saw. yang berjiwa pengusaha.
Umar ketika wafat meninggalkan lading pertanian sekitar 70 ribu bidang di berbagai tempat. Bila dikonversi dalam bentuk rupiah maka harga rata-rata ladangnya sekitar 160 juta rupiah. Itu berarti Umar meninggalkan warisan sebanyak 11,2 triliun rupiah.

Usman, merupakan bangsawan dan konglomerat Mekkah. Ia memiliki beberapa sumur oasis senilai 200.000 Dinar atau 240 Milyar Rupiah. Juga assetnya bernilai 151.000 dinar plus 1000 dirham. Dan masih banyak lagi.

Karnanya, Sekolah Tinggi yang didirikan oleh Bapak Parni hadi dan Iphho Santosa ini dinamakan Umar Usman dengan harapan dan doa agar lulusannya menjadi seperti Umar dan Usman, yang harta setinggi langit namun tetap berjiwa serendah bumi.



Kampus Pejihad Finansial


            Di tengah hiruk pikuk kehidupan Indonesia, khususnya umat Islam, yang kian tak menentu karena susahnya era globalisasi yang sangat kuat ini, Sekolah Tinggi Umar Usman hadir dengan tujuan membentuk masyarakat baru yang lebih berkualitas untuk membantu memajukan ekonomi umat Islam yang kian miris.
            
Berlandaskan ayat-ayat Al-qur’an dan juga As-sunnah, Sekolah Tinggi Umar Usman mencetak mereka-mereka yang bukan hanya paham akan cara memajukan kualitas masyarakat secara ekonomi namun juga memajukan masyarakat secara moral. Bukan hanya masalah kaya atau miskin namun juga surga atau akhirat.

            
Al-quran dan Assunnah (hadits nabi) sudah sering menyebutkan betapa pentingnya berjuang di jalan Allah. Berjuang di jalan Allah itu bukan cuma jihad fisik semata, namun juga jihad secara financial.


  Sekolah tinggi Umar Usman kemudian hadir di Indonesia untuk memenuhi panggilan Allah tersebut dalam penyiaran Islam melalui finansial. Jihad fi sabilillah melalui harta, karna jihad  bukan cuma fisik semata. 






Kampus Umar Usman Tempat lahirnya Entrepreneur Muslim


Dengan visi misinya untuk melahirkan entrepreneur, kampus Umar Usman yang diprakarsai oleh Bapak Parni Hadi (ketua dewan Dompet Dhuafa)dan Ippho Santosa (penulis buku mega best seller “7 keajaiban rezeki”)  bukan hanya melahirkan entrepreneur biasa dari segi ekonomi namun juga entrepreneur yang berkualitas baik dari segi dunia maupun akhirat.
Karena Kampus Umar Usman bukan hanya mencetak dari sisi kepribadian keusahaannya namun juga dari sisi akhlaknya.


     Sehingga dapat menjadi enterpreneur yang memajukan islam bukan hanya secara kualitas ekonomi tapi juga moral. Karena masalah di dunia ini khususnya Indonesia adalah itu, kaya tapi lupa ketika dia miskin. Atau kaya sejak lahir dan melupakan yang di bawah, sombong, kikir, dan takabbur.


     Karena kurangnya pendidikan akhlak. Di sinilah Umar Usman menonjolkan kelebihannya dari kampus-kampus bisnis lainnya, bahkan mungkin satu-satunya kampus bisnis yang berlandaaskan agama sehingga sarat akan akhlak dan moralitas. Supaya kelak jika mereka yang kuliah di Kampus Umar Usman kelak sudah menjadi muslim-muslim yang sukses tidak kemudian sombong, kikir, lupa akan darat. Lupa ketika dulu susah dan menjadi semena-mena ketika sudah di atas.