"Berani Jadi Muliarder" ,banner besar terpampang di depan panggung besar. Para mentor ternama terpajang gambarnya di sana, siap memecahkan Gramedia Kebon jeruk bersama. Kang Dewa Eka Prayoga, Mas Jamil Azzaini, Bong Chandra, Pak Valentino Dinsi, Ibnu Trusmi dan istrinya Sally, juga Wilson beserta sang Mama.
Acara dimulai denga Wilson si entrepreneur cilik. Di usianya yang 13 tahun dia sudah bisa menjadi jutawan, trainer, motivator dan sudah sering menjadi pembicara di berbagai tempat. Keren!!
Dimulai dari kisahnya yang sudah suka berjualan sejak di bangku sekolah dasar. Menyewakan pensil warnanya dengan harga 100 rupiah per jam pelajarannya kepada teman-temannya yang membutuhkan. Tentu, masalah hasil bukan tujuannya, pengalamanlah yang ia cari. Jarang ada anak seusianya yang sudah berpikir sampai sejauh itu.
Lanjut kemudian dengan ia menjual mainan kesukaannya,'Hotwheels'. Mainan berbentuk mobil kecil yang sering menjadi koleksi bukan hanya anak-anak namun juga mereka yang sudah dewasa. Ia mengubah hobinya menjadi sesuatu yang menghasilkan baginya.
Wilson punya konsep bisnis yang sering ia kemukakan. BBS. Berani, Belajar, Support.
Setelah Wilson kemudian dilanjutkan dengan Ibunya, mama Wilson.
Dia lebih menekankan pada bagaimana dia mengurus anaknya menjadi demikian. Dimulai dari kisahnya yang suka mengarahkan Wilson agar memenangkan berbagai lomba dan menjadi juara. Kemudian dia tersadar,"Wilson menjadi juara itu apakah kemauan dia, atau hobi saya?"
Dia pun mulai untuk lebih membebaskan Wilson anaknya untuk berkreasi dan bergerak sesuai kemauan dia, sesuai keinginannya, dan orang tua tinggal membimbingnya. "Wilson, sudah, kita stop mulai sekarang yang seperti dulu, sekarang kita maju dengan passion".
Dia pribadi dan Wilson mempunya passion yang berbeda, sang ibu passoinnya lebih ke thinking sedang Wilson lebih ke Feeling. Dengan taunya perbedaan tersebut mereka jadi lebih mudah menyelarakan dan saling melengkapi satu sama lain.
(to be continue..)
www.sekolahUmarUsman.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar